Seri Studi di Jepang – Awal Kedatangan

(Intermezzo mulai) Tepat tanggal 29 September 2010, saya menginjakkan kaki di Bandara Centrair Chubu. Bagi saya, ini adalah pertama kalinya pergi ke luar negeri. Perasaan senang, bingung dan khawatir bercampur jadi satu. Bagaimana tidak, di negeri asing yang saya tidak mengenal satupun orang. Apalagi sebelumnya, saya di-email oleh bakal supervisor di Jepang kalau saya akan dijemput di stasiun terdekat dengan kampus, stasiun Toyohashi. Itu berarti, saya harus berusaha untuk tidak nyasar dalam perjalanan dari bandara ke stasiun tersebut. Sebenarnya yang paling membuat saya takut adalah ketika itu saya sama sekali tidak punya alat komunikasi. Ketakutan kedua adalah kendala bahasa. Beruntung, begitu saya keluar dari bandara, saya didatangi oleh seorang petugas (yang belakangan saya ketahui bahwa petugas tersebut adalah intel) yang berbicara dalam bahasa inggris. Jangan bayangkan kalau percakapan kami lancar, kami lebih banyak menggunakan bahasa isyarat dan gambar. Singkat kata, beliau membantu saya untuk menelpon supervisor saya via telepon umum bahwa saya sudah sampai di Jepang. Beliau dengan baik hati sampai mengantarkan saya membeli tiket kereta, menjelaskan dimana saya harus turun dan berganti jalur kereta untuk dapat sampai di Toyohashi. Sesampainya di Toyohashi, saya dijemput oleh Satake-sensei dan Masaya Chiba untuk menuju ke apartemen yang sudah disediakan. (Intermezzo selesai)

Pemandangan tampak depan Toyohashi Station